Terkini
Beranda » Berita » Pesan Khusus Gubernur ke Istri Sekda Baru: Dukung Tapi Jangan Campuri Tugas Suami

Pesan Khusus Gubernur ke Istri Sekda Baru: Dukung Tapi Jangan Campuri Tugas Suami

Mamuju – Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) resmi melantik Junda Maulana sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat. Pelantikan berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Sulbar, Senin 10 November 2025.

 

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga, jajaran Forkopimda, para bupati dan wakil bupati se-Sulbar, tokoh masyarakat, serta pimpinan OPD.

 

Gubernur Suhardi Duka mengungkapkan betapa pentingnya posisi Sekda dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah. Ia menggambarkan jabatan ini sebagai poros utama yang memastikan sistem birokrasi berjalan efektif dan terarah.

Ketua KONI Sulbar Apresiasi Perpani Melaksanakan Kejuaraan Berskala Indonesia Timur 

 

“Amanah ini tidak ringan. Karena Sekda itu adalah sentral pembinaan tata kelola pemerintahan di suatu provinsi,” ucap Suhardi Duka.

 

Suhardi Duka mengatakan, Sekda bukan hanya administrator, tapi juga penggerak utama yang menjembatani berbagai kebijakan agar selaras. Peran Sekda sangat strategis untuk menjaga keseimbangan antara visi nasional dan kebutuhan daerah.

 

TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat di Wilayah Kodim 1418/Mamuju

Di akhir sambutan Suhardi Duka tiba-tiba mengalihkan arah bicaranya bukan ke pejabat, tapi ke istri Sekda. Pesannya sederhana tapi dalam. “Saya titip kepada Istri. Istri juga memegang peranan yang penting, berikanlah dorongan kepada suami,” ucapnya.

 

Suhardi Duka bilang, dukungan keluarga itu penting, tapi jangan sampai berlebihan. Kadang, katanya, keputusan bisa keliru kalau dorongan datang dari informasi yang belum tentu utuh.

 

“Silakan beri saran pertimbangan dukung tugas-tugasnya. Tapi tidak usah mencampuri terlalu dalam.

KONI Sulbar Terus Support Atlet Berprestasi, Ainul Yaqin Raih Emas di Kejurnas Atletik

Karena mungkin saja informasinya sepihak atau mungkin saja anda tidak tahu strateginya. Kemudian anda mendorong untuk pengambilan keputusan yang keliru dan salah. Dengan demikian pada batas-batas tertentu cukup sampai di situ pada batasannya,” tutupnya. (Rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement