MAMUJU – SulbarNews.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Sulawesi Barat turun ke jalan menggelar aksi damai, hari ini. Dengan mengenakan atribut khas, massa mendatangi dua titik sentral pemerintahan, yakni Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan Gedung DPRD Provinsi Sulbar, untuk menyuarakan dukungan penuh terhadap program pemenuhan gizi nasional.
Aksi ini menjadi bentuk penegasan bahwa elemen masyarakat dan relawan di Sulawesi Barat siap mengawal, mengawasi, sekaligus menyukseskan implementasi program Makan Bergizi Gratis agar berjalan tepat sasaran di seluruh pelosok wilayah Sulbar.
Sampaikan Komitmen di Kantor DPRD Sulbar, ratusan relawan MBG berkumpul dengan tertib sambil membawa spanduk dukungan. Setibanya di halaman kantor DPRD Sulbar, para koordinator lapangan secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka di hadapan pejabat pemerintah daerah.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Rara Kalista, menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar agenda pemenuhan nutrisi, melainkan mengawal program ini. Ini bukan sekadar program bagi-bagi makanan, tapi investasi jangka panjang untuk memotong mata rantai stunting dan menyiapkan generasi emas di Sulawesi Barat.
“Tugas kita bukanlah menghentikan program ini, melainkan bersama-sama memperbaiki, mengevaluasi, mengawasi, dan mengoptimalkan pelaksanaannya. MBG adalah masa depan bagi anak-anak kita, sekaligus penggerak ekonomi bagi petani, nelayan, dan UMKM lokal,” ujar Rara di hadapan massa aksi, Senin, 29/06/26.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan konkret kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan DPRD untuk memperkuat implementasi MBG ke depan:
1. Menjadikan MBG sebagai program strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.
2. Membentuk Tim Koordinasi dan Pengawasan MBG tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
3. Membentuk Satgas Penguatan Rantai Pasok Lokal untuk memastikan kebutuhan nutrisi bersumber dari daerah sendiri.
4. Memberikan dukungan penuh kepada petani, nelayan, peternak, koperasi, dan UMKM agar terlibat aktif dalam ekosistem MBG.
5. Menerbitkan kebijakan daerah yang memprioritaskan penggunaan produk lokal dalam seluruh rantai pasok program.
6. Memanfaatkan MBG sebagai instrumen utama dalam upaya pengurangan pengangguran dan pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat.
Aksi damai yang berlangsung Senin pagi ini berjalan dengan tertib. Massa aksi berharap pemerintah provinsi dan legislatif segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut demi keberlangsungan program yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Komentar