Sinergi Aspirasi Masyarakat Tobadak: Wabup dan DPRD Dorong Pertumbuhan via RPJMD dan Hilirisasi Pangan

Mamuju Tengah – SulbarNews.id – Hari kelima pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan,digelar di kecamatan Tobadak, sekaligus menjadi perlaksanaan Musrenbang terakhir tingkat kecamatan di Mamuju Tengah.12 Februari 2026

 

Hadir dalam kegiatan Musrenbang hari kelima Wakil Bupati Mamuju Tengah Dr. Askary Anwar, didampingi oleh Ketua DPRD Mamuju Tengah Hj Nirmalasari Aras, Wakil Ketua DPRD Mamuju Tengah Hamka, anggota DPRD Dapil Tobadak dan Topoyo, Kepala OPD se Mamuju Tengah, Camat Tobadak, Kades sekecamatan Tobadak, serta sejumlah stakeholder terkait, Tokoh Masyarakat, Pemuda, Perempuan, Agama, perwakilan TNI/Polri.

 

Wakil Bupati Mamuju Tengah Dr Asakary Anwar, menyampaikan untuk setiap usulan dari desa, harus selaras dengan delapan misi yang telah termuat dalam RPJMD Mamuju Tengah.

 

“Kita ingin Mamuju Tengah tumbuh menjadi daerah agropolitan, yang mandiri” sebut Askary.

Karenanya,Ia berharap program prioritas di Musrenbang setara dengan ASTA KUAT.

“Dan berdampak luas bagi masyarakat,termasuk mendahulukan infrastruktur pendukung ekonomi” harap Askary.

 

Terpisah Ketua DPRD Mamuju Tengah Hj Nirmalasari Aras, menyampaika kalua Tobadak memiliki potensi yang cukup besar, bahkan menjadi kecamatan yang memiliki pemukiman transmigrasi terbesar di Mamuju Tengah.

“Tentu ini adalah potensi yang sangat baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mulai dari produksi hasil perkebunan sawit, peternakan sapi dan ungags yang memadai” ungkap Nirmalasari.

 

Bahkan, bagi Tobadak, dengan potensi yang melimpah, akan dapat menjadi pemasok pangan bagi Ibu Kota Negara (IKN) di masa mendatang, dengan dari awal proses hilirisasi pangan dan komoditas di Tobadak dirancang dengan baik.

 

“Tentu lewat Musrenbang ini, menjadi wadah bersama, mendorong semangat pertumbuhan ekonomi Tobadak lebih baik” kata Nirmalasari.

Namun Ia menuturkan tantangan nyata tak terelakkan, akses terbatas ke pasar, kualitas pendidikan rendah, serta layanan kesehatan di desa pinggiran—meski pusat kecamatan sudah memadai.

 

“Ini prioritas rencana pembangunan tahun ini. Musrenbang adalah wadah musyawarah mufakat; sinergikan aspirasi masyarakat dengan program pusat, provinsi, dan daerah,” tegas Nirmalasari.

You might like

About the Author: Sulbar News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *