Mamuju Tengah – SulbarNews.id.- Melihat situasi di Karossa, Mamuju tengah yang mana adanya dugaan aksi premanisme dan intimidasi terhadap warga oleh kelompok bertopeng. Menyikapi kondisi ini, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM-MATENG), Afdal Alfarizhy, angkat bicara dengan nada keras, menuntut negara segera bertindak membela rakyat.
“Kami melihat ada dugaan kuat praktik premanisme yang tumbuh subur karena pembiaran negara. Ini jelas mencederai rasa keadilan rakyat Karossa,” tegas Afdal dalam keterangan resminya.
Dugaan intimidasi terhadap warga tidak terlepas dari operasi tambang pasir yang selama ini disebut-sebut menjadi biang kerusakan lingkungan dan perpecahan masyarakat di Karossa. “Rakyat terus disudutkan, tanah mereka dirusak, dan kehidupan mereka terancam. Apakah negara akan terus diam?”
IPM-MATENG menegaskan Polda Sulawesi Barat agar segera mengusut tuntas dugaan kekerasan tersebut serta mengamankan hak-hak dasar masyarakat Karossa. Tak hanya itu, IPM-MATENG juga menuntut pencabutan izin tambang yang dinilai lebih banyak membawa petaka daripada manfaat bagi masyarakat.
“Kami, IPM Mateng, berdiri bersama rakyat Karossa. Kami menolak dengan tegas segala bentuk dugaan perampasan hak, intimidasi, dan kerusakan lingkungan atas nama kepentingan kapitalis,” ujar Afdal.
IPM-MATENG juga memperingatkan bahwa ketidakadilan yang dibiarkan akan menjadi bara dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi konflik terbuka. “Karossa adalah tanah rakyat. Negara harus berpihak kepada yang lemah, bukan kepada pemilik modal,” tutup Afdal Alfarizhy.
Hingga berita ini diturunkan, IPM-MATENG akan mengawal sampai pemerintah memberikan solusi konkret kepada masyarakat karossa.

Komentar