Mamuju, SULBARNEWS — Keterbatasan akses jalan kembali dirasakan warga Desa Kopeang, Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju. Seorang warga yang mengalami sakit parah terpaksa ditandu oleh sejumlah warga melewati jalan setapak dan medan yang cukup berat demi mendapatkan perawatan medis di kota.
Peristiwa tersebut terjadi pada 2 Desember 2026. Karena kondisi jalan desa tidak memungkinkan dilalui kendaraan bermotor, warga secara bergotong royong membawa pasien menggunakan tandu darurat yang terbuat dari bambu dan kain penutup, menyusuri jalur sempit di tengah rimbunnya pepohonan.
Dalam foto yang beredar, tampak beberapa warga berjalan beriringan menandu pasien melewati jalur tanah yang dikelilingi semak dan pepohonan. Perjalanan dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar pasien tetap aman hingga mencapai titik yang dapat dijangkau kendaraan.
Informasi kejadian ini disampaikan oleh Mira, warga Desa Kopeang, yang juga merekam dan membagikan kondisi tersebut.
Menurutnya, langkah tersebut terpaksa dilakukan karena akses jalan desa rusak dan sulit dilalui, terutama saat kondisi darurat kesehatan.
“Kalau menunggu kendaraan, pasien tidak bisa dibawa. Jalannya tidak memungkinkan, jadi harus ditandu,” ujar Mira saat dikonfirmasi.
Warga menyebut kondisi akses jalan tersebut telah lama menjadi kendala, khususnya saat musim hujan. Situasi ini tidak hanya menyulitkan aktivitas harian masyarakat, tetapi juga berdampak besar ketika warga membutuhkan layanan kesehatan dengan cepat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mamuju terkait kondisi akses jalan di Desa Kopeang maupun rencana penanganan yang akan dilakukan. Warga berharap ke depan akses jalan dapat diperbaiki agar mobilitas dan keselamatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, dapat terjamin.
Laporan: Fikran