Mamuju Tengah – SulbarNews.id, Lingkar Kader Sistem Informasi Sulbar (LKSI Sulbar) Menyoroti tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang perempuan berprofesi sebagai kurir, yang menjadi korban tindakan percobaan kekerasan seksual.
Dugaan tindakan tidak manusiawi tersebut terjadi di kediaman pelaku Kecamatan Tobadak Desa Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah pada Selasa, 29 July 2025 kemarin.
Dikutip dari pengakuan korban, seorang remaja perempuan berusia 23 Tahun berinisial (ST) yang juga berprofesi sebagai kurir, menceritakan bahwa peristiwa Yang tidak senonoh yang merusak citra nama baik polri itu terjadi pada saat korban mengantarkan pesanan pelaku ke kediaman (kost) tempat tinggalnya.
Nahasnya oknum kepolisian tersebut melakukan hal yang tidak terduga menurut pengakuan korban, pelaku menguncikan pintu dan menahan agar korban tetap tinggal untuk melayani nafsu bejatnya dan bahkan menawarkan sejumlah uang dan memaksa korban untuk memenuhi nafsunya
Namun korban melakukan perlawanan dan berhasil keluar dari kediaman pelaku.
Perbuatan tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran hukum pidana, tetapi juga bentuk nyata penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan oleh aparat negara.
Ketua LKSI Menuntut agar :
1. kepala kepolisian Mamuju Tengah untuk memecat secara tidak hormat dan mengadili secara hukum dan etik oknum polisi tersebut
2. Meminta Kapolda Sulbar Mengevaluasi seluruh jajaran kepolisian di wilayah hukum Sulbar.
Ketua LKSI Sulbar Irwandi, juga menegaskan agar tindakan ini segera di proses untuk menjadi pelajaran dan tidak terjadi lagi di kemudian hari
“Tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan karena ini menyangkut nama baik dan marwah polri yang seharusnya mengayomi masyarakat namun kejadian ini dapat merusak citra dan kepercayaan publik kepada aparat keamanan negara” (kata ketua LKSI)
“Jika hal seperti ini dibiarkan maka jangan harap masyarakat akan percaya kepada aparat kepolisian dan kami akan mengawal kasus ini sampai ada kejelasan hukum untuk tindak pidana tersebut.” Tutupnya