MAMUJU- SulbarNews. id. Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM-MATENG) merasa kecewa setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat. Aksi yang dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan masyarakat Karossa. Namun hal ini tidak mendapatkan respons yang baik dari pihak kapolda Sulawesi Barat.
Dalam aksinya, IPM-MATENG membawa sejumlah tuntutan penting yang dinilai sebagai kewajiban dasar dari institusi kepolisian. Dua poin utama yang disuarakan adalah:
1. Mendesak Kapolda Sulawesi Barat untuk segera mengusut tuntas dan menangkap pelaku intimidasi terhadap masyarakat Karossa.
2. Mendesak Kapolda untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat Karossa.
“Kami datang dengan harapan mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga Karossa. Namun sangat disayangkan, aksi kami tidak mendapatkan tanggapan serius dari pihak Polda,” ujar muhammad iksan koordinator lapangan.
Menurut iksan, tindakan yang menakut nakuti yang dialami oleh masyarakat Karossa telah menimbulkan keresahan luas. Ketidaktegasan aparat dinilai dapat memperburuk situasi. “kami menilai bahwa Polda Sulbar semestinya hadir memberikan rasa aman, bukan justru membiarkan masyarakat hidup dalam ketakutan. Apalagi sudah ada korban, dan itu terjadi antara masyarakat.” Ujarnya
Aksi ini diakhiri dengan pernyataan sikap dari ketua umum IPM-MATENG Afdal alfarizhy “kami ikatan pelajar mahasiswa mamuju tengah merasa kecewa saat datang membawa aspirasi masyarakat mamuju tengah namun tidak di hargai dan tidak di respon baik oleh polda sulbar. Kami juga akan terus mengawal kasus ini dan tidak akan diam melihat ketidakadilan yang terjadi di daerah kami. Tutupnya

Komentar