Jakarta – Prestasi Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kembali mendapat perhatian. Setelah meraih penghargaan sebagai Hospitality Terbaik, Anjungan Sulawesi Barat menjadi tujuan kunjungan kerja pimpinan DPRD dan Komisi IV Bidang Kesejahteraan Sosial dan IPTEK DPRD Provinsi Gorontalo, Kamis, 14 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka studi pengelolaan anjungan daerah sekaligus bertukar gagasan terkait optimalisasi fungsi anjungan sebagai media promosi budaya dan daerah di tingkat nasional.
Sebagai informasi, kawasan Anjungan Daerah TMII merupakan representasi budaya dari seluruh provinsi di Indonesia yang menampilkan rumah adat, pakaian tradisional, kerajinan, produk unggulan, hingga kekayaan seni budaya khas masing-masing daerah. Seluruh anjungan tersebar dalam enam zona utama di kawasan TMII dan menjadi etalase budaya Nusantara.
Rombongan DPRD Provinsi Gorontalo disambut hangat oleh Koordinator Anjungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nurul Farasmy, bersama Kasubid Sarana dan Prasarana Badan Penghubung Sulawesi Barat, Nuraeni.
Suasana kunjungan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Kedekatan budaya sesama daerah di Pulau Sulawesi semakin mencairkan suasana diskusi dan pertukaran pengalaman pengelolaan anjungan daerah.
Salah satu momen yang menarik perhatian rombongan DPRD Gorontalo adalah sajian es cokelat khas Sulawesi Barat. Produk olahan kakao tersebut mendapat apresiasi karena dinilai menjadi salah satu identitas unggulan daerah yang berhasil dipromosikan secara kreatif melalui anjungan.
Wakil Ketua DPRD Gorontalo, Ridwan Monorva, mengaku terkesan dengan pengelolaan media sosial Anjungan Sulawesi Barat yang dinilai aktif dan inovatif dalam mempromosikan potensi daerah.
Ia menilai, meskipun Anjungan Sulawesi Barat berada di kawasan anjungan terpadu dengan luas lahan yang terbatas, namun pengelolaannya tetap mampu tampil menarik dan kompetitif dibandingkan anjungan lain yang memiliki area lebih besar.
“Ke depan, ada banyak ide yang akan kami terapkan di Anjungan Gorontalo setelah melihat langsung pengelolaan Anjungan Sulawesi Barat,” kata Ridwan.
Ridwan menegaskan pentingnya keberadaan anjungan daerah sebagai sarana promosi budaya dan potensi daerah di tingkat nasional. Ia turut memberikan apresiasi atas penghargaan Hospitality Terbaik yang baru-baru ini diraih Anjungan Sulawesi Barat.
Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Ikbal Al Idrus, mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan kabupaten di Sulawesi Barat dalam mendukung keberadaan Anjungan Sulawesi Barat di TMII.
Menurutnya, keterlibatan aktif kabupaten melalui penyediaan berbagai barang display seperti pakaian adat, alat musik tradisional, dan produk unggulan daerah menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkaya isi anjungan.
Koordinator Anjungan Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan momentum positif untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi antar daerah di Pulau Sulawesi.
“Adanya kunjungan dari DPRD Gorontalo, semoga bisa memberikan masukan dan ide yang positif bagi Anjungan Daerah Provinsi Gorontalo,” ucapnya.
Disampaikan, penguatan fungsi anjungan daerah juga sejalan dengan program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam mendorong keseimbangan pertumbuhan berbagai sektor, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan pelayanan dan promosi budaya yang berkualitas bagi masyarakat luas.
Ia menambahkan, capaian Anjungan Sulawesi Barat saat ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Barat terhadap berbagai aktivitas promosi budaya dan daerah di TMII. (Rls)

Komentar