Mamuju – SulbarNews.id – Bupati Mamuju Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, SH., M.Si melepas 511 jemaah haji asal Kabupaten Mamuju dalam seremonial Pelepasan Jamaah Haji Kloter 12 dan 19 Kabupaten Mamuju, Senin, 27 April 2026.
Bertempat di kompleks Rumah Adat Mamuju, ratusan warga yang antusias menyaksikan pelepasan para tamu Allah terlihat memadati jalan sepanjang Ks. Tubun, dengan pengawasan barikade ketat aparat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Haji dan Umrah Kabupaten Mamuju, dalam laporannya menyampaikan bahwa tahun ini, Kabupaten Mamuju mendapatkan 545 kuota jemaah, namun yang jadi berangkat hanya 511 orang. Sisanya menunda keberangkatan karena alasan kesehatan. “Jemaah haji Kabupaten Mamuju terbagi ke dalam 2 kloter, yakni kloter 12 yang semuanya berasal dari Kabupaten Mamuju, serta kloter 19 yang merupakan penggabungan dengan jemaah haji dari Kabupaten Majene, Polman dan juga Mamasa.”
Dalam pelaksanaan haji tahun ini, ada sesuatu yang baru bernama “fast track,” yakni layanan percepatan yang memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di bandara embarkasi di Indonesia, sehingga setibanya di Tanah Suci para jemaah tidak perlu lagi melalui antrean pemeriksaan imigrasi dan dapat langsung menuju transportasi serta akomodasi, guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pelayanan, khususnya bagi jemaah lansia dan kelompok rentan.
Hal ini juga diulas oleh Bupati Mamuju dalam sambutannya sebelum melepas secara resmi para jemaah. Sutinah mengingatkan jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, minum vitamin serta air putih yang cukup. “Fokus ibadah boleh, bapak-ibu. Tapi jangan sampai forsir tenaga di Madinah, sampai nanti di puncak pelaksanaan haji bapak-ibu sudah kehabisan tenaga. Tetap nomor satukan kesehatan. Saya mendoakan bapak-ibu semua dimudahkan ibadahnya oleh Allah SWT, termasuk diberi anugerah kesehatan agar ibadah bapak-ibu semua lancar.”
Bupati Mamuju juga menyelipkan guyon tapi penuh makna “Bapak ibu jangan baru turun pesawat sudah telfon langganan oleh-olehnya di Madinah. Bagaimanapun, ini adalah perjalanan spiritual.”
Selain itu, Sutinah juga menitipkan pesan agar para jemaah senantiasa menjaga nama baik daerah dan juga nama baik negara di manapun kita berada, termasuk saat sedang menjadi tamu Allah. “Bapak ibu saya juga minta untuk memperkuat rasa kebersamaan. Dalam kloter ini ada banyak lansia dan kelompok rentan. Petugas haji, ketua kloter, tolong berikan ekstra perhatian kepada kelompok ini. Begitu juga jamaah yang masih muda. Kadang di Tanah Suci kita terlalu sibuk beribadah dan meraup pahala lewat ritual individu, lalu lupa bahwa menolong saudara kita yang butuh bantuan saat berhaji juga ladang pahala yang sama luasnya. Tapi saya yakin, jemaah haji asal Mamuju semuanya kompak.”
Bupati Mamuju menutup sambutan dengan menitip permohonan doa kepada para jemaah. “Tolong doakan Mamuju, bapak ibu. Doakan bangsa kita. Para pemimpin kita. Agar senantiasa diberi kesehatan dan semangat untuk terus membangun daerah.”
Pelepasan jemaah dilakukan secara simbolik lewat penyerahan Bendera Manakarra oleh Bupati Mamuju kepada Ketua Kloter.
Salah seorang jemaah, Muliadi (45th) asal Kalonding Kecamatan Sampaga menuturkan rasa haru bisa memenuhi panggilan Allah tahun ini. “Persiapan fisik sebelum berhaji, saya intens berolahraga. Sementara dari segi spiritual, saya lebih banyak beribadah. Pelayanan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Mamuju kepada kami jemaah 2026 sejauh ini sangat baik, saya senang sekali dan akan menunaikan amanah Ibu Bupati untuk mendoakan Mamuju dan juga Sulawesi Barat beserta para pemimpin kita agar senantiasa berada dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT.” (Diskominfosip/R

Komentar