Terkini
Beranda » Berita » Anggaran Jadi Tantangan Atasi Stunting di Mamuju 

Anggaran Jadi Tantangan Atasi Stunting di Mamuju 

Mamuju – Bupati Kabupaten Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, mengakui efisiensi anggaran menjadi kendala dalam program orang tua asuh stunting di wilayahnya. Meski demikian, semangat untuk menurunkan angka stunting di Mamuju tidak surut.

 

Hal ini disampaikan dalam wawancaranya usai memperingati Hari Kartini, di kantor bupati Mamuju Selasa 21 April 2026.

 

Sutinah menambahkan, dirinya sendiri saat ini memiliki 15 anak asuh stunting yang diberikan bantuan setiap bulan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, 10 hingga 15 anak berhasil keluar dari status stunting.

Hadapi Dampak El Nino, Dandim 1418/Mamuju Bersama Forkopimda Perkuat Kesiapsiagaan

 

“Alhamdulillah, ada yang keluar dari status stunting. Tapi tentu ada pula yang masuk lagi. Jumlahnya tetap 15, kami ambil lagi anak lain yang berstatus stunting,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, tahun ini tidak ada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) akibat kebijakan efisiensi. Hal itu menjadi kendala bagi aparatur daerah untuk berperan sebagai orang tua asuh stunting.

 

Pemkab Mateng dan Balai P3K Sulbar Komitmen Optimalisasi IPLT, Pastikan Layanan Sanitasi Merata dan Berkelanjutan 

Namun Bupati menegaskan, kendala tersebut tidak mengurangi semangat jajarannya. Ia mengajak seluruh kepala OPD, pejabat eselon II dan III, kepala sekolah, serta kepala puskesmas untuk tetap berkomitmen.

 

Dengan demikian ia optimistis dapat menekan angka stunting di Mamuju agar turun secara signifikan.

 

“Insyaallah, jika kita bersama-sama, angka stunting di Kabupaten Mamuju bisa menurun secara signifikan,” tutupnya.

Wabup Mamuju Tengah Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Nyata Hadapi Krisis Lingkungan, Kesehatan, dan Kekeringan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement