MAMUJU, SULBARNEWS — Peran Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat bukan sekadar jabatan teknokratis. Di dalamnya melekat tanggung jawab besar untuk menyatukan gagasan, kepentingan, dan arah kebijakan lintas sektor. Peran inilah yang terus diteguhkan H. Hajrul Malik, S.Ag., M.Pd., M.E. sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Sebagai Tenaga Ahli (TA) Gubernur Sulbar Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hajrul Malik mendampingi kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK) dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam memperkuat fondasi pembangunan Sulawesi Barat yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
“Menjahit Kolaborasi, Merawat Harapan, Menyemai Masa Depan Sulawesi Barat”
Dalam posisi strategis tersebut, ia berperan sebagai penghubung lintas sektor—mengintegrasikan ide, jejaring kelembagaan, serta kepentingan pusat dan daerah—agar kebijakan pembangunan berjalan searah dan saling menguatkan.
Ilmu Sebagai Pondasi Pengabdian
Di tengah dinamika kerja pemerintahan, Hajrul Malik mencatat prestasi akademik membanggakan. Pada 2025, ia berhasil menyelesaikan Program Magister Ekonomi Syariah di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dengan capaian IPK 4,00.
Prestasi ini menegaskan pandangannya bahwa kepemimpinan publik idealnya dibangun di atas ketekunan intelektual, kedalaman nilai, serta tanggung jawab moral. Bagi Hajrul Malik, ilmu pengetahuan bukan sekadar capaian personal, melainkan bekal utama dalam merumuskan kebijakan publik yang adil dan berpihak pada masa depan generasi.
Sulbar Mandarras, Literasi untuk Peradaban
Di sektor pendidikan, Hajrul Malik turut mengawal salah satu gagasan strategis Pemprov Sulbar, yakni Gerakan Sulbar Mandarras. Program ini mendorong setiap siswa SMA dan SMK di Sulawesi Barat untuk membaca minimal 20 buku sebelum menamatkan pendidikan.
Lebih dari sekadar program membaca, Sulbar Mandarras diposisikan sebagai ikhtiar membangun cara berpikir kritis, karakter kuat, dan daya imajinasi generasi muda. Dalam pelaksanaannya, Hajrul Malik berperan memperkuat jejaring pendukung, menyinergikan pemangku kepentingan pendidikan, serta memastikan gerakan ini tumbuh sebagai gerakan kultural, bukan hanya kewajiban administratif.
Mendorong Digitalisasi Pendidikan
Terintegrasi
Sejalan dengan penguatan literasi, Hajrul Malik juga terlibat aktif mendorong pengembangan ekosistem digitalisasi pendidikan di Sulawesi Barat. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan mitra teknologi.
Digitalisasi pendidikan dipandang bukan semata persoalan perangkat dan aplikasi, tetapi sebagai sarana untuk memperluas akses, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperkecil kesenjangan pendidikan antarwilayah.
Kepedulian Sosial dan Investasi SDM
Di bidang sosial, Hajrul Malik turut mengawal Program Beasiswa Sulbar bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.
Ia juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial, seperti penyaluran bantuan seragam, tas, dan sepatu bagi siswa kurang mampu di SMA Negeri 1 Kalukku, Kabupaten Mamuju. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Rekam Jejak Kepemimpinan Sosial
Sebelum mengemban amanah sebagai Tenaga Ahli Gubernur, Hajrul Malik dikenal luas sebagai penggerak sosial. Ia pernah menjabat Ketua Kelompok Kerja Pencegahan Perkawinan Usia Anak (P3UA) Kabupaten Mamuju, yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu rujukan nasional dalam upaya perlindungan anak.
Selain itu, ia aktif dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju (Hipermaju) sebagai ruang kontribusi pemikiran, advokasi, dan penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Menjemput Program ke Pusat
Dalam perannya saat ini, Hajrul Malik turut membersamai Gubernur Sulbar dalam rangkaian koordinasi dan komunikasi dengan kementerian serta lembaga nasional. Langkah yang kerap disebut sebagai “menjemput program ke pusat” ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sin