Program transmigrasi 2025 di Polewali Mandar menargetkan penempatan 100 kepala keluarga. Proses pembangunan rumah sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada Desember.
Kementerian Transmigrasi memulai program transmigrasi baru di Kabupaten Polewali Mandar. Sebanyak 100 kepala keluarga akan menempati pemukiman di Desa Taramanu Tua.
Proyek dengan anggaran sekitar Rp28 miliar ini menargetkan fisik rumah selesai pada Desember 2025. Proses pengerjaan infrastruktur dan rumah saat ini sudah berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Sekretaris Dinas Transmigrasi Daerah Sulawesi Barat, M. Nasir menyatakan skema yang digunakan berbeda, berfokus pada sektor peternakan, bukan pertanian. Masing-masing keluarga akan mendapat rumah serta lahan untuk pemukiman dan usaha.
“Target penempatan 100 KK di Polman paling lambat bulan 12. Untuk 100 kepala keluarga, 35 KK berasal dari luar Sulbar,” ujar saat diwawancarai oleh reporter RRI Mamuju di kantornya, Senin (13/10/2025).
Peserta transmigran dari luar daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Barat sudah terdaftar. Mereka saat ini sedang menjalani pelatihan SDM untuk mempersiapkan kedatangan.
Ia menambahkan mekanisme transmigrasi melalui proses perencanaan yang panjang dan ketat. Tahapannya mulai dari identifikasi lahan, kajian kelayakan, hingga penyusunan rencana teknis pemukiman.
“Kami jamin tidak ada kawasan hutan yang digunakan untuk transmigrasi. Semua lahan telah melalui proses identifikasi dan klarifikasi dari instansi terkait,” tambahnya.
Untuk tahun 2025, program difokuskan ke Kabupaten Polewali Mandar terlebih dahulu. Sementara kabupaten lainnya masih diagendakan untuk realisasi pada tahun 2026 mendatang.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan. Dinas Transmigrasi Daerah Sulbar berkomitmen memastikan kenyamanan dan keberlanjutan bagi para transmigran.

Komentar