Mamuju : Sebanyak 105 mahasiswa dari enam kampus telah melakukan riset mendalam di kawasan transmigrasi Sulawesi Barat.
Kementerian Transmigrasi melibatkan akademisi dalam perencanaan kawasan transmigrasi melalui Ekspedisi Patriot. Sebanyak 105 mahasiswa dari enam perguruan tinggi turun melakukan survei lapangan.
Sekretaris Dinas Transmigrasi Daerah Sulawesi Barat, M. Nasir mengatakan mereka bertugas mengidentifikasi potensi unggulan setiap daerah transmigrasi di Sulbar. Kajian mencakup aspek pertanian, peternakan, hingga pariwisata di lokasi yang diteliti.
“Ekspedisi Patriot melakukan kajian terhadap pemetaan potensi di kawasan transmigrasi. Harapannya arah kebijakan pembangunan lebih jelas dengan dukungan data akademis,” jelasnya saat diwawancarai oleh reporter RRI Mamuju di kantornya, Senin (13/10/2025).
Nasir menambahkan data hasil riset akan menjadi pedoman dalam menyusun rencana pengembangan kawasan. Misalnya, menentukan komoditas andalan seperti kakao atau cengkeh di lokasi tertentu.
“Kami terbantu dengan adanya kajian ini. Dari data akan ketemu bahwa suatu kawasan cocok untuk cokelat atau pariwisata,” tambahnya.
Kegiatan ini sudah berjalan sebulan dan saat ini memasuki tahap pengolahan data. Tim peneliti menyebar di berbagai kabupaten seperti Polman, Majene, Mamasa, dan Mamuju.
Tahapan riset saat ini masih dalam proses analisis data, sementara hasil analisis akan diserahkan kepada dinas terkait untuk kolaborasi pembangunan. Hasil data nantinya dapat diakses publik selama untuk keperluan perencanaan yang konstruktif.
Ekspedisi ini merupakan langkah strategis untuk optimalisasi kawasan transmigrasi. Dukungan data riset diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Komentar