21 Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG di Polman, Pemprov Sulbar Lakukan Penanganan Cepat

Polman – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat menangani dugaan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di wilayah Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, sebagai bentuk komitmen melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Quick Wins Gubernur Sulbar Suhardi Duka yakni Sulbar Sehat.

 

Pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, dilaporkan terjadi dugaan keracunan pangan di wilayah kerja Puskesmas Binuang, tepatnya di SDN 10 Paku, Kabupaten Polewali Mandar.

 

Berdasarkan laporan surveilans, sebanyak 21 orang mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan demam sekitar 15 menit setelah mengonsumsi paket MBG.

 

Dari jumlah tersebut, lima orang menjalani perawatan inap, lima orang mengalami gejala ringan dan tidak dirawat, serta sebelas orang telah dinyatakan sembuh. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

 

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa jajaran kesehatan langsung melakukan penanganan cepat segera setelah laporan diterima.

 

Tim surveilans dan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Puskesmas Binuang segera melakukan triase, pemberian terapi simtomatik, serta pemasangan infus bagi pasien yang membutuhkan.

 

Koordinasi lintas sektor juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan pihak penyelenggara distribusi makanan.

 

Petugas kesehatan lingkungan telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium, yang saat ini sedang dianalisis oleh Balai POM Mamuju guna memastikan sumber penyebab kejadian.

 

Hasil investigasi awal menunjukkan dugaan sementara sumber keracunan berasal dari makanan MBG yang didistribusikan pada kegiatan tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium serta penyelidikan epidemiologi lanjutan.

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program gizi masyarakat.

 

DKPPKB Sulbar memastikan program MBG tetap menjadi prioritas strategis daerah karena manfaatnya besar bagi peningkatan status gizi anak.

 

Pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, standar keamanan pangan, serta koordinasi lintas sektor agar program berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.

 

“Keselamatan dan kesehatan anak adalah prioritas utama. Setiap kejadian akan ditangani secara cepat, transparan, dan profesional,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat. (Rls)

You might like

About the Author: Sulbar News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *